Pages

Showing posts with label pegawai. Show all posts
Showing posts with label pegawai. Show all posts

RUMITNYA TEST PSIKOLOGI

Assalamualaikum, 

Hari ini merupakan hari pengurasan energi otak saya, padahal otak saya udah mini begini masih diperas juga, hheheee. Gapapa, kembali lagi pada hasrat menggenggam berlian guna pendidikan buntutku itu. 

Sebenernya, saya kelelahan sehabis menghabiskan ratusan, mungkin hampir seribu soal-soal psikologi tadi pagi, yang dimulai dari jam 8 lebih sedikit dan selesai jam 4 lewat. Ah, rasanya bagaimana ya sesaat setelah diperbolehkan berdiri dari bangku yang nempel sama saya selama hampir 8 jam itu. Awalnya, saya ngga berpikir akan sebanyak itu karena perkiraan saya mungkin akan dibarengi dengan sesi wawancara, tapi ternyata nggak. 

Wawancara dijadwalkan esok siang untuk urutan nomor saya. Dan tadi, saya beneran berkutat dengan gambar-gambar mencocokkan pola, lalu bangun ruang yang diputar'', terus potongan'' bentuk yang jika disatukan akan jadi bentuk apa, berlanjut dengan tes kepribadian yang pilihannya ngga ada salah atau benar namun yang mana yang lebih dekat dengan pribadi saya, lalu 100 soal pilihan dari sangat setuju sampai tidak setuju tentang bermacam hal. Terus memilih satu kata dari lima pilihan yang tidak masuk dalam kelompok, sesi selanjutnya mengarang bebas tentang harapan akan karir saya di lembaga tersebut, terus menggambar manusia yang sedang melakukan aktifitas, lalu meneruskan 8 pola menjadi gambar berarti (tes wartegg), lalu menghafal 5 kelompok kata yang masing'' juga terdiri dari 5 kata selama 3 menit, setelah itu dikasih soal tebakan tentang kata'' yang dihafal sebelumnya. 

Jam 12 lebih dikit, kami diperbolehkan imasho (istirahat, makan, shalat) selama 30 menit. Pas masuk ruangan lagi, si bapak pun membagikan soal'' kepribadian (lagi), lalu tes koran dimana kita terus menghitung angka secara turun menurun non-stop selama kurang lebih 45 menit dimana saat disuruh beri garis harus digaris di angka yang sedang kita tulis, lalu dikasih kuesioner tentang visi misi tujuan lembaga itu dan tetek bengek lain yang membuktikan kalo kita mengerti dan memiliki motivasi dan kemampuan di bidang tersebut. 
Weitsss.. lama kan. Hehheehe.

Nah untuk ini jugalah semoga mereka yang masih memicingkan mata mengenai profesi PNS bisa ngerasain bahwa sekarang sejak reformasi birokrasi digalakkan, menjadi PNS adalah sebuah usaha keras dengan persaingan yang berat. Memang ada segelinti oknum diluar sana, tapi biarlah yang penting kami kami yang berpeluh asa demi mendapatkan posisi sebagai pembantu negara punya niat baik, amin :-)

reade more... Résuméabuiyad

PROSES MEMBUAT SURAT KETERANGAN SEHAT & BEBAS NARKOBA di PUSKESMAS

Kelar juga semua perjalanan panjang mengisi waktu dan tenaga memenuhi persyaratan melamar jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tinggal daftar registrasi online dan kirim via pos.


Jadwal hari ini adalah membuat Surat Keterangan Sehat dan Surat Keterangan Bebas Narkoba, tidak perlu tunggu di lain hari, karena keduanya bisa dilengkapi sekitar satu jam-an, tergantung ramai tidaknya rumah sakit atau puskesmasnya ya.




Prosesnya tidak banyak berubah . Saya (dan ipar) berdomisili di daerah Kebun Jeruk / Tangerang namun KTP kami itu KTP Kebun Jeruk, jadi kami harus ke Puskesmas Kebun Jeruk yang letaknya bersebelahan dengan Kantor Polisi Kebun Jeruk dan berdekatan dengan Kantor Kecamatan Kembangan. Sampai disana pagi tadi sekitar jam 8 kurang 15 menit, pas memasuki gedungnya, kami harus ambil nomor antrian. Saya dapat nomor 35. Nama saya dipanggil sekitar 20 menit kemudian, lalu saya ke bagian pendaftaran, ditanya untuk apa dan dia minta KTP asli saya. Nggak lama, saya dapat nomor (lagi) dan harus ke lantai 3 untuk bayar ke kasir. Di Puskesmas Kebun Jeruk ini, untuk Surat Keterangan Sehat dikenakan Rp 5 ribu, dan untuk Surat Keterangan Bebas Narkoba Rp 60 ribu, awalnya saya pikir hanya enam ribu rupiah aja, kok murah banget yah, eh ipar saya bilang bukan ka temmy, itu nol-nya ada empat, hehehe. Salah baca saya. 



Setelah melakukan pembayaran, kami diwajibkan menunggu lagi, dan memang sudah banyak orang banget, padahal kalau lihat jam kan masih pagi. Nomor yang dipanggil saat itu, nomor TIGA, padahal nomor saya itu 25. Masih lama sekali. Tapi nggak apa’’ deh, soalnya saya bawa gadget jadi ngga bakalan bengong bego dan kelihatan bego, haha. Sekitar satu jam, barulah nomor saya dipanggil, saya masuk dan langsung si dokter kaya memburu'' saya untuk menimbang badan dan mengukur tinggi badan. Intermezzo nih, berat saya 4 kilo lebih berat dibanding timbangan di rumah, tinggi badan saya kok sepertinya menyusut yah, apa efek osteoporosis? Tapi untuk angka pastinya, nggak usah dipublikasikan, malu :p Nah setelah dua proses (mengukur tinggi dan menimbang berat) ini, saya dikasih selembar kertas/formulir untuk dibawa ke Laboratorium. Lab-nya ada di Lantai dua, sesampainya di depan Lab, saya menunggu sekitar 10 menit, gak lama nama kami dipanggil dan di dalam Lab, saya diberi gelas plastik kecil (biasa untuk urine) lalu disuruh pipis, habis itu dikembalikan ke ruangan lab-nya, nggak sampai 10 menit langsung ketahuan negatif narkoba. Kalo positif, palingan saya positif kafein kopi putih, hehee...



Setelah proses ambil urine tadi, kembali lagi ke lantai tiga untuk mengembalikan lembaran'' hasil tes urine tadi yang diperlukan itu kepada dokter yang pertama, habis saya serahkan disuruh keluar lagi , menunggu sekitar 10 menit, dipanggil lagi, dikasih dua surat keterangan yang memang saya butuhkan (Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba). Saya bilang sama asisten dokter bahwa saya mau kopian legalisirnya dan dia bilang saya harus buat fotokopinya, dan kembali ke lantai empat untuk di cap basah. Lumayan ribet dan bertele-tele.



Keluar dari gedung puskesmas, jalan ke kanan sedikit dan nyebrang ada tempat fotokopi kecil, saya fotokopi 10 lembar per surat keterangan. Excited banget, sekalian banyak jadi biar gak bolak balik begitu maksudnya.
Kembali ke puskesmas, saya dan ipar mutusin untuk naik lift ajalah, jauh kalau harus naik tangga ke lantai empat. Sampe di lantai paling atas ini, kita masuk ke satu ruangan di ujung lorong, lalu menyerahkan lembar fotokopian surat keterangan sehat dan bebas narkobanya, eeehh tahunya si petugas itu cuma mengambil 5 lembar fotokopi surat keterangan sehat dan 1 (SATU) lembar surat bebas narkobanya. Katanya dalam sehari hanya boleh satu kopian surat bebas narkoba yang dilegalisir. Jadi kalo ada beberapa lamaran yang membutuhkan legalisir bebas narkoba, artinya kita harus bikin beberapa kali.



Lho kok cuma satu? Karena efek zat narkoba itu bisa hilang dalam semalam dalam tubuh kita, jadi kalo kita memang pemakai, terus besok mau tes, ya kita absen make dulu, iihh amit'' deh. Tapi kan ada tanggalnya juga jadi nggak mungkin menipu ya. Tapi sudahlah, tidak masalah. Yang penting saat ini sudah lengkap semuanya. Tinggal kirim, semoga senin depan udah langsung bisa ke kantor pos :]


tmelania
reade more... Résuméabuiyad

KEEP YOUR POSITIVITY ALIVE

Assalamualaikum my dear readers..

Good morning, it is nearly half past six here in Jakarta. I have been awake since two hours ago, and am still now busy looking for information on the public civil servant job vacancies. 
Due to the so many things needed to apply for the vacancies, I was a bit frustrated last night. Mom told me that she had watched a motivational program, and the motivator said that to be able to feel confident about yourself, we need to look at ourselves in the mirror as often as possible and say "I can do it" a lot of times. Imagine talking to a good friend and being reminded that we are good at least at one thing in life, and that nobody can be good at everything. And that anyways, we don't have to be good at something to be liked by others, right? I mean, how do you expect to please everyone at the same time.
Easy to say but hard to do. I know. I will try though :]


“Positive belief in yourself will give you the energy needed to conquer the world and this belief is the power behind all creation.”
― Stephen Richards
Even in Islam, we are taught not to be pessimistic. We are also advised not to depend on good luck or bad luck charms. why? because they are sources of evil. It can be called Shirk or Syirik in Bahasa. It simply means that we believe that there are other things that are more powerful than God. While, there isn't! I believe that Allah is the Greatest. There is not even one human being in this whole wide world who can make a creation as beautiful and simple yet very complex like a human being himself. I mean, even the best and the most expensive robot looking like a real person still looks "fake". And fingerprints. Every single human being has different fingerprints with another. Everybody knows it. But, who can imitate it? 



Anyways, I believe that there are God's hands in whatever I do, and if God allows me to do well then I will do well. Insha Allah. I believe that Allah has great plans for us, think good of Him and never assume wrongly on His plans :]


tmelania
reade more... Résuméabuiyad

MELAMAR PEKERJAAN SEBAGAI PNS

Assalamualaikum semuanya.

Siang'' begini saya lagi sibuk mengumpulkan berkas'' untuk lamaran CPNS 2013 ini. Sebenernya banyak kementrian dan departemen yang buka lowongan, namun sayangnya keinginan saya untuk melamar ke semuanya terhalang oleh umur dan bidang studi yang dibutuhkan, hehehe. Jadinya, Cuma dua lowongan saja yang menarik minat saya, BKKBN dan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara. Kenapa? Karena Cuma dua itu yang membolehkan pelamar dengan umur 30 tahun ke atas :] lengkapnya disini : http://www.pengumumancpns.com/

Hayuk yang tertarik mo jadi Pegawai Negeri, monggo buruan karena akhir september ditutup lho...
Saya sebenernya maunya jadi pengusaha, tapi kan modal belum ada. Jadi PNS kayaknya lebih aman dan nyaman untuk seorang ibu, karena beban pekerjaannya sepertinya tidak menyebabkan stres berkepanjangan, dan lebih bisa mengurus anak, karena suami toh yang pencari nafkah utama, jadi wajib kerja lebih berat dan lebih keras, hehehehe.. ini toh pendapat saya aja, semoga banyak yang maklum dengan jiwa emak'' kaya saya, piss.
Sementara ini saya berhasil mengumpulkan fotokopi KTP, pas foto 3x4, salinan ijazah dan transkrip nilai yang udah dilegalisir, salinan nilai TOEFL terakhir (alhamdulillah ngga mengecewakan), SKCK Kepolisian terakhir, fotokopi KARTU KUNING yang udah dilegalisir juga, tinggal mendownload surat bermaterai perjanjian bahwa saya ngga akan hamil saat proses berlangsung dan surat perjanjian bermaterai bahwa saya akan bersedia membayar ganti rugi bila saya diterima namun membatalkan lamaran saya. Rugi dong, udah proses sepanjang sungai nil tapi ngga jadi, hehe gak saya banget. Itu namanya kan rejeki toh.

Kalau bicara PNS atau Pegawai Negri Sipil, jujur aja image karyawan PNS itu jelek di mata masyarakat. Nggak perlu juga saya omongin disini, nanti saya dituntut orang lagi. Bingung kan kenapa bisa begitu selama ini? Apa gajinya dibawah UMR atau memang karena nggak ada ketegasan atau karena sudah mendarah daging? Jawabannya pastilah pribadi. Bayangkan kucing keturunan mahal, saat ada ikan goreng menganggur di depan matanya, kemungkinan besar akan dimakan juga toh. Jadi saat ada kesempatan, mungkin manusia'' yang sebenarnya bener bisa jadi agak melenceng sedikit. Begitu kali ya. Tau deh, berat bahasan seperti ini siang'' panas terik di luar enaknya minum nutrisari dingin, ah ngga nyambung banget.

Beberapa waktu lalu, dua temen saya yang berbeda dua''nya menawarkan job terjemahan. Saya cuma harus mengirimkan email tentang format terjemahan yang saya pakai. Kalo cocok, dan smeoga cocok, semoga ada jalan masuk rejeki untuk anak saya itu, amin. Nyokap sih sempet mengutarakan bahwa sebaiknya mungkin saya harus ambil sertifikasi penterjemah, hanya saja waktunya belum sempet, tapi kedengeran seperti ide yang bagus, Mungkin aja di masa depan saya punya usaha penterjemahan sendiri, kerja dari rumah tapi menghasilkan. Kalo untuk berdagang MLM begitu saya anti ah. Dulu sempet kenal AMWAY, terus Herbalife, tapi ngga lah karena saya bukan tipe percaya diri yang seneng menawarkan barang ke orang, alias jualan. 







reade more... Résuméabuiyad

PROSES PEMBUATAN KARTU KUNING

Halo lagi... gw lagi gw lagi ngeblog. Ngga ada bosennya amat sih hehee.
Banyak departemen kementrianlagi buka lowongan nih, makanya adek gw dan ipar gw kekeuh ngaja gw ngelamar kerjaan. Ade gw sih udah enak jadi pegawai tetap Pemda sekarang, lah gw? Kerjaan aja ngga ada, hehehe. Sampe nyokap kuatir banget kalo gw bakal depresi dan stres. Hahahaa, ngapain juga depresi, emang hidup harus dijalanin kok, dan semuanya pasti ada hikmahnya :]

Tadi pagi, sebagai salah satu persyaratan melamar jadi CPNS,  gw kelar bikin kartu kuning, setelah lima atw enam taun kali ya, terakhir bikin kartu kuning ribet banget. Tapi sekarang jauh lebih gampang. Kurang dari setengah jam udahselesai, atau mungkin juga efek dateng pagi2 dan belum banyak peminat yang sama.

Berhubung gw di kebun jeruk, jadi tadi bikin KK—kartu kuningnya di Kecamatan Kebun Jeruk, pas di sebelah Polsek yang di depan taman bermain juga.
Sampe di kecamatan sekitar jam 8:30, gw dan ipar masuk tapi kok kayanya sepi banget. Nanya ke satpam yang lagi duduk2 santai, mereka bilang kita harus ke ruangan yang lokasinya pas di sebelah Bank DKI. Paling tiga meteran.
Masuk ke ruangan, ada bapak2 berseragam & berkumis lagi asik baca koran. Di meja sebelahnya ada mas2 umur 20an kali ya lagi ngerjain sesuatu. Di meja yang satu lagi, ada dua perempuan berhadapan ngerjain ngga tau apaan.
Pas masuk, kita celingak celinguk, sama sekali ngga ada yang berusaha negor atau nanya kek butuh apaan. Akhirnya gw tegor si bapak berkumis itu, “Pak kita mau bikin kartu kuning gimana yah?”
Si bapak Cuma bilang, “Taro aja kelengkapannya disini. Itu di jendela daftar kelengkapannya.”
Kita berdua keluar lagi, liat selembar kertas berjudul Syarat Pembuatan Kartu Kuning : (Ngga perlu surat pengantar RT/RW/Kelurahan kok)

Fotokopi KTP.Pas foto 2x3 dua lembar.Fotokopi ijazah terakhir yang dilegalisir.

Itu aja, terus kita taro di meja si bapak itu. Dia lalu ngasih satu formulir bolak-balik yang isinya data pribadi kita, biasalah nama alamat dll.

Abis mengisi form tadi, kita harus taruh lagi di meja mas2 sebelah si bapak berkumis. Dia bilang (nah si mas ini lebih ramah daripada seniornya) tunggu di luar aja, nanti dipanggil. Alhamdulillah nggak lama, 10 menitan ipar gw terus gw dipanggil untuk ngasih fotonya, dan ditempel ke si Kartu Kuning itu. Dikasihlah kartu kuningnya, dia bilang udah tinggal difotokopi 5 kali saja, nanti kembali kesini untuk dilegalisir.

Keluar di kecamatan, ngga jauh ada tempat fotokopi, jadi 10 lembar untuk gw dan ipar gw bayar 2ribu perak, balik ke ruangan tadi lalu kita taruh di meja bapak berkumis. 5 menitan gw duluan yang dipanggil. Gw duduk hadap2an ni sama si bapak, dia kasih fotokopian yang sudah dilegalisir, terus gw bingung apakah gw harus kasih uang “tip” atau ngga, sengaja gw lama2in aja masukin itu lembaran2 ke map gw, eh si bapakpun diem aja. Gw tanya, “Udah Pak?” Si bapak jawab, “Oiya udah itu selesai semua.”
Nah, kesimpulan gw adalah si bapak ngga minta uang apapun, dan akhirnya gw pun pikir bahwa gw nggak perlu kasih uang apapun. Toh ini memang seharusnya gratis kok. Gw kan ngga mau membiasakan sistem korupsi kecil2an lagi.

Eh ternyata ipar gw denger saat dia lagi di dalem ruangan, bahwa si bapak itu ngedumel sambil ngerjain kerjaannya, intinya dia bilang “Pagi2 harus ngerjain beginian.” Idih si bapak, kan situ gajinya udah 7 digit, masih aja complain kerja gampang kaya gitu.

Manusia oh manusia.
reade more... Résuméabuiyad

TOEFL TEST

Assalamualaikum,

Morning readers, it is a beautiful Friday morning here in Kebon Jeruk, Jakarta :] Rained again last night, and we all slept really well. Praise Allah the Most Forgiving...

Can I ask you for a favor? Please pray for me.
I’m going to be taking a test today, yep a test. It has absolutely been a long time since my last time being a student.
It’s a TOEFL test. Since it is needed when I am applying a job as an English teacher in certain companies and schools here.
I think what I’ll be taking is the Paper Based one. Or perhaps the IBT one. I am not sure. 
Since there are two different types of TOEFL tests provided by the ETS (Educational Testing Services). The other one is the IBT (Internet-Based) to replace the old Computer Based Test. 
I have not even studied. I mean, at all! My TOEFL practice book is being borrowed since a week ago, because then I didn’t know that I would have to take this test.
Im actually a bit worried, but I wish everything will just be fine :]

My brother and sister in law will pick me up, and then Kei will have to be with her grandma for a while today. So in thirty minutes, I will have to be ready.

For more details click on this link (it's in Bahasa, tough)
Talk to you guys again soon :]

reade more... Résuméabuiyad

Proses Mengurus SKCK

Masya Allah. Saya baru bangun ini. Pengalaman bikin SKCK sambil puasa hari ini beneran berasa, pegel dan hausnya. Gak disangka bakal serame ituuh.
Ternyata banyak sekali yang kepengen jadi PNS. Walopun image PNS itu masih rada miring ya. Miring dalem arti, masuk telat mulu, kadang pulang belom waktunya udah pulang, libur suka nambah sendiri, korup, ini itu ada bayarannya.
Rahasia bangsa ntu mah..hehehe


Yang mao bikin SKCK nih, walaupun lowongan baru buka september, mendingan buru deh.

Yang harus disiapin, nih kita buat Surat Pengantar dulu ke RT/RW yang kudu dilengkapi sama Kartu Keluarga. Setelah Surat Pengantar dapet, dateng ke Polsek masing'' bawa si Surat Pengantar tadi, pas foto 4x6 (5 buah), fotokopi KTP (2/3 lembar). Bawa pulpen juga. Plus bawa PD tinggi, karena elo mesti teriak'' saat namalo dipanggil biar gak kelewat hehe.


Nah proses bikin SKCK gw tadi nih.

Gw jalan dari rumah jam 10an pagi, yang rajin adalah sodara''.. abis turun slipi, gw bukannya naek ojek gitu, gw jalan kaki aja gitu ampe Polseknya (10 menitan).. pas liat rame dalemnya, udah jiper gw. 
Langsung nanya loket mana buat bikin SKCK.


Depan loket, tongolin pala sama kelengkapan yang tadi gw sebutin. Si bapak-entah-namanya itu bilang, isi form ini dulu ya (ada 3 form), pertanyaan formalitas deh pokoke, ada tentang jenis rambut segala. Untung ga bentuk essay kalo iya, ntar ada yang isi gini kali ya.. jenis rambut lurus smoothing bentuk idung mancung rada turun kayak betet, terus kulit sawo rada busuk..hehehe.. untuk jenis ini dilingkarin bo..

Nah isi form slesei, oiya lupa bilang, untuk nyampe ke si bapak-entah-namanya itu gw harus desek''an lho sama yang laen. Berasa ngambil Dana Bantuan Langsung Tunai atau daging kambing di masjid istiqlal deh. Gw tongolin kepala lagi, si bapak bilang, sidik jari dulu.
Nah proses sidik jari di loket sebelahnya Cuma 15 menitan, ya iyalah pake isi form begituan lagi deh. Bayar 10ribu perak.
Abis Sidik Jari, gw kudu nyerahin form semua''nya. Udah tuh, gw nunggulah depan pintu nya ampe nama gw dipanggil.


Nunggu nunggu 40 menit lebih kok ga dipanggil juga, gw nekat desek'' an lagi ampe pojok depan barisan, beneran oksigen berebut lho itu, nunggu lagi 30 menit berdiri masih belom dipanggil juga. Trus si bapak-entah-namanya itu berdiri dari bangkunya. Dia bilang ke semua, udah mundur’’ yang belakang dan yang dipanggil namanya ga bisa kesini dong kalo rame begini.

Gw, iya gw, yang jelas'' paling depan kiri, ngerasa diusir hehehe. Tapi udah lama nunggu masa kaga ada hasil, gw memberanikan diri nanya. “Pak saya mo ambil SKCK adek saya yang dibikin disini kemaren, tinggal ambil. Namanya ini.
Si bapak-entah-namanya itu ngebolak-nalik tumpukan lembaran SKCK udah jadi kemaren, beberapa  kali gw liat dan gw ngomong, “Eh paaaakk stop itu kok ada nama saya ya?”
Eh si bapak-entah-namanya itu jawab, “Iya ibu tadi dipanggil ga nyamperin.”
Lah ternyata pas gw duduk nunggu lama banget itu gw kaga denger, sambil baca buku kali ya.
Dikasihlah SKCK jadi gw, dan gw juga minta punya adek ipar gw. Bayar 20rebu (untuk legalisir 6 lembar). 


Nah karena jam udah jem 1 lewat, gw belon solat, gw ngibrit keluar cari tempat potokopi, gak lama (alhamdulillah Cuma 200 perak perlembar). Potokopian kelar, balik lagi ke loket si bapak tadi . Eniwei, kita Cuma dibolehin minta 6 lembar legalisir, biarpun potokopian kita 10 mebar, Cuma segitu yang akan dilegalisir. Kenapa? Entahlah.



Pas balik ke loket, ternyata penuh lagi. Gw nitip aja sama cowok yang juga mao ngasi lembaran SKCK kopian yang mo dilegalisir. Dia nanya, "Kok ada paper clipnya? Yaiyalah mas, minta sama mbak potokopian hehe..

Gw minta tolong tanyain apa harus diambil besok aja legalisirannya.
Dia bilang, ditunggu aja.
Akhirnya jam dua tuh, gw tanya dimana musholla. Solat dulu deh gw ampe setengah 3, balik ke loket. Gw mah udah pasrah. Duduk ajalah gw beberapa meter depan loket itu. Toh jam 3 juga udah bakal ditutup. Eits..liat liat, 2 orang yang sejam belakangan dari gw kok udah dapetya legalisirannya.


Gw majulah manggil si bapak itu. “Pak, atas nama ini dan ini kok ngga dipanggil''  ya?”

Si bapak-entah-namanya itu bilang, “Ini bu, udah dipanggil dari tadi. Ibu tadi ngga ada lagi dipanggilnya.”
Ehehee gw jawab maap pak, tadi solat dulu. Makasih ya pak..
Hehheee
Wah si bapak berbaju biru itu sabar bener deh. Apa karena ruangannya pol AC dingin banget ya. Ngga kaya kita para pemburu SKCK, yang keabisan oksigen, keringetan, megap'', padahal pada pake baju rapi rapi bener tadi tuh.
Bawa kipas. Dijamin kepake. Sama minuman dingin 2 liter kalo perlu, :)
Gitu deh pengalaman gw bikin SKCK. Melelahkan!! 
Pulangnya, karena krn macet, dengan rajinnya gw jalan lagi ampe slipi baru naik angkot.
Dasar irit ya gw.
Sampe rumah jam 4an, ambruk ke kasur tidur. 
Puasa ini beneran berkesan deh bo :]


Tmelania
reade more... Résuméabuiyad

DURING LESSON IN ENGLISH FIRST :D

It has been an easy week, for sure, compared to last week when my brother got married and everybody had to rush here and there. It was way more hectic than I had thought of. And the worst thing is, there was no photo of myself in any of the family pictures. I was so into getting things done until I didn't remember that I had to be on the stage a couple of times. 
Mom got upset because of this. I tried and pretended not to bother, but still it is pretty saddening.. :'(

I am currently in the middle of my first lesson, everyone here is busy doing their computer work and i am busy as well trying to come up with ideas to do in my next class . Well anyways, i dont wanna force myself into thinking too hard so as not want to put myself into a horrible mood. There is a saying, if I am not mistaken it goes like this, "Sometimes we think too much and try to analyze then end up being miserable." Why should I want to be miserable? It's friday already, yippie.. 

I by mistake found this on the internet and kinda love what it tells me.. If you love what you do, you instantly enjoy it and will have no time complaining about it :] So either love your job or leave it.. your choice.

reade more... Résuméabuiyad

Life Club - Biskuit Kopi

Hello everyone, been a few days right. I was a bit sleepy half an hour ago but then I remembered that I hadn't done my salah so I decided to do it fearing I would fall asleep.
However, my drowsiness disappeared after it was done. Needless to say that devils truly persuade us into not doing our good deeds by making us lazy or sleepy or bored. Many other things. I have been there I have done that, and most of the time I failed. Very humane.

Let's talk about something else. Hmm where should I begin. Things at work have been so-so. Nothing special has happened in the past two weeks. To be frank, the staff room is not that comfy any longer. It feels a bit blunt. Complicated to go further about it. Since my coming back, I have already sensed the presence of walls among us teachers. There is no more chit chat about random unimportant incidents. What appears is more like you take care of what's around you and never get into my territory. People gossip about other people. People talk bad about others. People feel they are very capable of things that they feel they deserve better in return. If they are better then they may ask for better stuff, or at least be mindful of others. Have a sense of empathy won't they?! Arrgh, I don't wanna care. I dont work to make friends, I work to earn money and a living for my baby.

Had a life club class today, it was fun. I had eight little children aged 4-6 years old. We managed to make our mini finger puppets, it was pretty easy for them. As always I did most of the cutting and the kids were able to colour everything pretty properly. And there's this boy named Aqila. He is hilarious. He sang all the way through out the class, he said random English words to me pretending as if I understood him. And he was having fun, I could really see that. I can tell he has improved in terms of everything! He is so confident, he enjoys doing many different activities, and he completes tasks properly. Around three or four months ago, being a new kid in class he would cry whenever his mother was about to leave the class. Well i am happy now he has turned into a totally different student.

that's aqila giggling with his eyes closed (top left-standing)

A minute before the class was over, another boy named Carlson (the one on green t-shirt) cried all of a sudden. I thought someone must have stepped on his foot or something like that. But there was no one standing around him. After trying to ask him for a few minutes he finally told me (and his nanny) that he cried because he didn't get a burger (everyone in a life club class usually gets to bring a snack home). Very funny indeed. It was only a matter of a burger. Kids oh kids. They are so spontaneous and honest. My maternal instinct has truly changed the way I feel about little kids even though I have only delivered one :p
Have no more to write, i am still here eating my favourite coffee biscuits, coffeejoy. thank goodness it's saturday tomorrow. i can wake up late, i don't need to worry about leaving kei, and i dont have to hate the water puddles in the streets for making my feet and toes dirty during rain. Oh my these biscuits are so yummy :D
reade more... Résuméabuiyad

FEELING EXHAUSTED AND WORN OUT

Hi dear readers... how is everyone doing?
It is Thursday, and it's been a pretty tiring day. Unlike the usual, I have finally finished doing four classes today. Four classes of mixed ability kids? hell yeah, that is something and what is more is that all of them were kids' classes ranging from 4 year olds. Tired? Yes, to be honest but i feel better now because the day is done at work and because I am about to start the weekend tomorrow. 

Oh yeah forgot to tell you that I asked my second class to make a paper craft, an easy one for sure. the craft was something related to numbers. I came up with a template of a caterpillar which was in cut out pieces,  therefore my students needed to color the template of the big circles that could be formed like a caterpillar with numbers on it.
 It was pretty good i would say since everybody in class enjoyed the lesson, and i did too :D However I did most of the cutting hahhaaa...

a bunch of sweet kids :D
reade more... Résuméabuiyad