Pages

Showing posts with label Sholeha. Show all posts
Showing posts with label Sholeha. Show all posts

A REMINDER FOR MUSLIM SISTERS

A reminder to take ourselves to account first before we look towards others.
Taken from  http://www.igotitcovered.org/

I’m standing inside the train, trying to stay steady as the vehicle swerves swiftly across the tracks.  From the periphery, I notice the glances and stares from the mostly Caucasian passengers.  No matter how many times I’ve been through this, I guess I’m still not used to it.
They’re just curious, I think to myself. They’re not judging me. They’re not judging me for what I’m wearing, for how I look to them. They don’t even know me.
And yet, we do this all the time –to each other.
Woah, do you see what she’s wearing?  Those tight jeans show her shape, astaghfirullah and she thinks she’s practicing hijab.
She’s always hanging out with guys, no matter when I see her.  Laughing, flirting, you name it, with the hijab on. You have to stay away from her—she’s a really bad influence.
Um like, doesn’t she know you can’t pray Salaat with nail polish and see-through tights on? Hello?
So I ask: what’s the difference between an observer judging us for being hijabis and a Muslim sister judging another Muslim sister?  If we can’t tolerate non-Muslims judging our religion for being extremist, violent, and all the other derogatory terms we’re fed up with, how come we can tolerate judging our own Muslim sisters?
I remember this one instance years ago when I saw a hijabi talking and laughing with a boy.  I couldn’t help but think ill thoughts of her.  Later I came to know that the boy was actually her brother, though they did not look alike at all.  I narrate this experience to show that we are so quick to judge others, to point out the faults in others without realizing that not only are we committing a very serious sin but more often than not, we may be drawing incorrect conclusions to begin with.
Just like it upsets us when others perceive us as “being forced to wear the hijab” or associated with “terrorists and extremists,” it should disturb us to judge our own fellow Muslims for being “too liberal” or “not following the Sunnah” or “the girl who talks to guys” and whatever else our minds are quick to conjure up.
We should remember that Allah alone is the judge, the Ultimate Judge, because we do not even know an ounce of what a person’s heart contains.  You may look at a sister and think—I am better than her, I pray five times a day, I fast, I don’t talk to guys, I listen to my parents, etc.—while she does the exact opposite.  But does that really make her inferior to you, a weaker Muslim?  How can you be so sure?  All I ask is, who are we to judge when we know so little?
Maybe she repented, cried to Allah for forgiveness the night before and today she has a clean slate.  For all we know, a pile of her small, but abundant amount of good deeds, may have tipped the scale in her favor.
Our Prophet Muhammad (peace be upon him) narrated that “should you become eager to mention another’s faults, recall your own” (Ar-Rafi’i).
So when you perceive others, this hadith should serve as a reminder to reflect upon yourself and to see how you can improve as a Muslim.   Each and every one of us has weaknesses and imperfections so it would be more productive if we would focus on ourselves first.
Well, you might ask, shouldn’t I help my fellow sister out if she’s in trouble?  Well, of course, but you should seek to do so in the best way possible.  Thinking in the aforementioned way and gossiping about these conclusions isn’t going to help anybody.  Make du’a for the sister and sincerely pray to Allah to guide her.  You can take the initiative, approach the sister, and politely inform her of what she is doing incorrectly.  Maybe she will realize her mistake and thank you.  Maybe she might be hurt or angry and tell you not to interfere in her matters.  Either way, it’s up to her now and you have done what you could.  But never think she is any less than you, because again, it is between her and Allah and that relationship is sacred and unbeknownst to anyone else
I remind myself before anyone else.  We’re humans—seeking faults in others comforts us in a way, helps us feel good about ourselves because we think, thank God I’m not like that.  But Islam is what bonds all of us together so we should not be happy when a sister is struggling.  We should pray and remember that all of us are inherently weak but together can strive to become better Muslims, and thus a stronger Ummah.

reade more... Résuméabuiyad

Hadist Nabi tentang Wanita

Subhanallah ternyata wanita (sholeha) itu mulia sekali dimata Tuhannya.

1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang
yang penyayang tidak akan sia-sia".

2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1.000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1.000 kejahatan.

3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan..

6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.

7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takut akan Allah dan orang yang takut akan Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak NabiIsmail.

9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya(10. 000 tahun).

10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dikehendaki.

11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1.000 lelaki yang soleh.

12. Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah, "Suaminya. "Siapa pula yang berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah, "Ibunya".

13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung diudara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama dia taat kepada suami serta menjaga sembahyang dan puasanya.

15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.

17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi SAW) di dalam syurga.

18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.

19. Dari Aisyah r.a., Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.



reade more... Résuméabuiyad

ALLAH MAHA BESAR

Gak kerasa puasa tinggal 10 hari lagi yee (kalo ga salah). Puasa kali ini laen deh pokoknya, kenapa bisa lain? ya karena feel yang gw dapet gak kaya puasa tahun-tahun sebelumnya. Apa mungkin karena hidayah yang gw dapet beberapa waktu lalu ya?


Ini juga sepertinya puasa nyokap gw yang paling pooll. Soalnya mama gw kan perokok plus peminum (kopi) :p, tahun ini gak begitu. Karena abis dengerin takziahnya Pak Quraish Shihab yang bilang kalo muslim yang dengan sengaja tidak berpuasa, atau membatalkan puasa dengan alasan yang mengada-ada, itu namanya murtad. Kafir. Jleb, nyokap gw tertohok banget.

Untuk gw pribadi, Alhamdulillah sekali terima kasih Ya Rabbi... mama gw sekarang niat puasa lahir bathin, bukan cuma untuk ngurusin badan, hhihiiii...


Sejenis dengan itu, puasa tahun ini untuk gw, puasa pertama dimana gw ngerasa selalu kangen untuk denger suara azan trus bisa baca Quran. Malahan beberapa hari lalu, lagi ada acara tentang mekah madinah gitu pagi-pagi, sedangkan gw lagi asik bebenah nyapu kamar, tertegun aja beberapa saat lihat masjib Nabawi, ga dinyana langsung nangis gw. Dalem hati, Ya Allah saya mau kesana, entah untuk Umrah Insya Allah untuk berhaji, Amin Ya Rabbal Alamiin.


Bukan sulap bukan bohong, memang selalu ada saat bagi setiap hamba Allah diberi "hidayah" matanya dibuka lebar-lebar, hatinya dilapangkan, semuanya terasa nikmat sekali saat kita bisa ikhlas.
Satu malem, saat gak bisa tidur, gw baca-baca surat At-Takwir dan Al Waqiah beserta terjemahannya, nafas gw langsung tersengal, mewek ga brenti berhenti.

Surat Al-Waqi'ah
  1. Apabila terjadi hari kiamat
  2. tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.
  3. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)
  4. apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
  5. dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya
  6. maka jadilah ia debu yang beterbangan,
  7. dan kamu menjadi tiga golongan.
  8. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
  9. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
  10. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,
  11. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.
  12. Berada dalam jannah kenikmatan.
  13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
  14. dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian
  15. Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata
  16. seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
  17. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
  18. dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir
  19. mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk
  20. dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
  21. dan daging burung dari apa yang mereka inginkan
  22. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli
  23. laksana mutiara yang tersimpan baik.
  24. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
  25. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa
  26. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
  27. Dan golongan kanan, alangkah bagianya golongan kanan itu.
  28. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,
  29. dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)
  30. dan naungan yang terbentang luas,
  31. dan air yang tercurah
  32. dan buah-buahan yang banyak,
  33. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.
  34. dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
  35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung
  36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan
  37. penuh cinta lagi sebaya umurnya.
  38. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
  39. (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.
  40. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
  41. Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
  42. Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih
  43. dan dalam naungan asap yang hitam.
  44. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
  45. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan
  46. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.
  47. Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?,
  48. apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?
  49. Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,
  50. banar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
  51. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,
  52. benar-benar akan memakan pohon zaqqum,
  53. dan akan memenuhi perutmu denganya.
  54. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
  55. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum
  56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan".
  57. Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?
  58. Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
  59. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?
  60. Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,
  61. untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
  62. Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
  63. Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.
  64. Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya?
  65. Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang.
  66. (Sambil berkata): "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian"
  67. bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa
  68. Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
  69. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?
  70. Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
  71. Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu).
  72. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?
  73. Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
  74. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.
  75. Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.
  76. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.
  77. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,
  78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),
  79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
  80. Diturunkan dari Rabbil 'alamiin.
  81. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?
  82. kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.
  83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
  84. padahal kamu ketika itu melihat,
  85. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
  86. maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah) ?
  87. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?
  88. adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
  89. maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan.
  90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,
  91. maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.
  92. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,
  93. maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
  94. dan dibakar di dalam jahanam.
  95. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
  96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar.
Dalam hati gw Istighfar berulang kali. Dosa gw udah terlalu banyak menumpuk semoga saja nggak sebanyak buih di lautan. Inget berbagai kesalahan, perbuatan, ucapan, semuanya berdosa. Kalo difikir fikir, memang dosa itu nikmat banget dilakuin, tapi bener juga kalo semakin kita menikmati dosa itu, semakin banyak bergaul dengan area-area dosa, semakin gak sadar aja diri kita kalo yang kita lakuin itu dosa.
Terlebih, kalo mau jujur, terlalu banyak bergaul sama dunia barat, entah musik acara TV, pergaulan, majalah, internet. Ampun ya Allah.
Dua surat AL Quran itu bikin gw beneran engeh deh. 


Terbayang gak dulu, terbentuknya bumi dan berbagai galaksi, berbagai planet dan isinya, para peneliti ilmiah menyebutnya Big Bang. Satu titik pecah tumpah ruah jadi banyak bagian ya galaksi galaksi dan isinya itu.

Nah nanti pas kiamat, bumi diguncangkan, gunung-gunung dibolak balik, lautan meluap jauh lebih besar dari Tsunami Aceh, Awan jatuh, Planet-planet bertabrakan, Matahari meledak dan menyerap semua isi galaksi  dan akhirnya ada satu ledakan Maha Dahsyat, dan semuanya kembali menjadi satu titik lagi. Akhir dunia, gak ada lagi kehidupan, dimanapun, kapanpun. 


Nah kita, manusia dan binatang-binatang kemana?

Itu yang gw dapet dari banyak surat peringatan di Al Quran. 
Gw meyakini adanya Allah yang satu, para malaikat, surga dan neraka. Sejak jaman SD pun gw sudah ainul yaqin dengan ini semua. Cuma baru beberapa lama ini gw merasakan ketakutan luar biasa akan menghadapi neraka itu.


Buku anak Pak Amien Rais, 99 Cahaya Islam di Bumi Eropa itu salah satu pembuka mata gw, betapa Maha segala-galanya Allah Yang Kuasa.



Di dunia ini kita ngapain sih, kita menabung apa? Itu yang mau gw jawab.

Gw mau menabung sebanyak banyaknya pahala. Jadi saat dihisab nanti timbangan kebaikan gw lebih banyak dari timbangan keburukan gw. Insya Allah, Amin ya Allah. Saya ingin masuk surga, dan saya ingin dipertemukan kembali dengan orang-orang yang saya cintai di surga, salah satunya Kei anak saya. Semoga saya bisa membimbing Kei dalam hal agama dengan sebaik mungkin. Amin.


Saat kita mencintai manusia, ada kalanya manusia akan mengecewakan kita.

Saat kita mencintai Tuhan kita, Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita.
Kunjungilah Allah dalam kalbumu. Hanya dalam hatimu kau bisa berbicara dengan Penciptamu.
Hanya Allah saja yang Maha Mengetahui segala keluh kesah kita, segala kesalahan kita, tanpa menghakimi kita saat ini.
Penghakiman kita nanti. 
Saat ini kita diberi tenggat waktu. Istilahnya seperti itu ya.
Diberi jeda untuk berhijrah ke arah perbaikan.












reade more... Résuméabuiyad

God leads me

Demi Allah ya. Sekarang gw udah bener-bener yakin.
Gak bisa ngga.
Pisah. Harus pisah.
Udah terlalu nyakitin.
Gw akuin gw banyak salah, banyak minta, banyak mau.
Bedanya gw introspeksi. kadang gw masih berdoa untuk dia kok.
Sayangnya dia ga berubah.
Demi Allah, gw gak pernah cerita apapun ke laki-laki lain tentang urusan rumah.
Kenapa? karna memang gw ga mau mengundang fitnah.
Kei sm gw masih bisa hidup tenang berdua. Banyak yg sayang sm kei kok, especially me :-)
reade more... Résuméabuiyad